kelinci lucu

Thursday, April 16, 2015

Buah yang Baik bagi Kesehatan

Di dunia ini ada berbagai macam jenis buah-buahan. Mulai dari yang kecil sampai yang besar dan juga dengan berbagai macam warna. Pada artikel ini kita akan membahas tentang berbagai macam buah yang baik bagi kesehatan.

1. Buah zaitun
    

Kita pasti sudah banyak mendengar tentang buah zaitun. Buah ini biasanya diekstrak menjadi minyak zaitun yang memiliki berbagai keperluan misalnya memasak. Buah ini hanya mengandung kandungan lemak jenuh yang sedikit sehingga  baik untuk kesehatan dan bisa mencegah berbagai penyakit misalnya serangan jantung. Selain itu minyak zaitun juga baik untuk menjaga kesehatan kulit, menjaga kelembaban kulit dan bisa mengencangkan kulit juga. Selain buahnya ternyata tangkai zaitun juga digunakan sebagai lambang perdamaian di kebudayaan Barat.

2. Buah Naga




Selain memiliki rasa yang enak, buah ini ternyata memiliki berbagai macam manfaat bagi kesehatan. Buah ini bisa mencegah kanker, menunda penuaan dini, sumber antioksidan, meningkatkan nafsu makan, memperkuat tulang dan gigi, dan juga baik unntuk kesehatan usus. Buah ini bisa dikonsumsi setiap hari karena buah ini banyak mengadung air, serat, dan berbagai macam vitamin seperti B1, B2, B3 dan C. Oleh karena itu , buah ini juga bisa menurunkan kolestrol, menjaga kesehatan mata dan menjaga kesehatan jantung.


3. Buah Tomat


Kita pastinya sudah mengenal buah yang satu ini. Buah yang khas dengan warnanya yang merah dan rasanya yang sedikit asam ini sudah sering kita makan setiap hari. Buah ini banyak mengandung vitamin C dan air yang baik bagi tubuh. Buah ini bisa mencegah kanker, menangkal radikal bebas, menyehatkan mata, mencegah kesehatan jantung, mengontrol gula darah, merawat kulit, menghilangkan jerawat, dan mengencangkan pori. Selain itu buah tomat juga bisa mencegah ketombe, mengatasi rambut rontok dan menguatkan rambut.


4. Buah Sirsak

Buah yang rasanya manis ini berasal dari Karibia, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Buah ini banyak mengandung karbohidrat, terutama fruktosa. Selain itu, buah ini juga mengandung vitamin C, B1 dan B2. Buah ini bermanfaat untuk hipertensi ( darah tinggi ), kolestrol dan asam urat.


5. Buah Apel

Kita pasti sudah pernah memakan buah ini. Buah sudah sangat sering kita lihat di pasar . Buah yang berwarna merah atau hijau ini rasanya manis dan enak. Selain itu, buah ini juga bisa mengurangi risiko terkena kanker usus besar, kanker prostat, kanker paru-paru. Terlebih lagi, buah ini juga bisa mengontrol kolestrol, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah alzheimer, mengobati asma, mengendalikan gula darah, mencegah katarak dan wasir, menurunkan berat badan, dan juga bisa mengatasi kulit yang berminyak, berjerawat dan kendur.


6. Buah Kiwi



 Buah kiwi merupakan sejenis berry yang bisa dimakan. Kiwi banyak dibudidayakan di negara Italia, New Zealand, dan Chile. Buah kiwi banyak mengandung serat dan vitamin C, K dan E. Buah ini bisa meningkatkan kekebalan tubuh, membantu menghilangkan racun dalam tubuh, membantu pencernaan dalam tubuh, dan bisa menjaga tekanan darah di ambang normal.


7. Buah Anggur



Buah anggur merupakan buah berry yang sering di buat menjadi wine, kismis, jus dan selai. Buah ini mempunyai berbagai macam warna, misalnya biru tua, hitam, hijau ataupun kuning. Buah  inibanyak mengandung serat dan vitamin B1, B2, B3  dan C. Buah ini bermanfaat untuk  menjaga kesehatan jantung, sebagai sumber gula darah yang baik, bahan anti mikroba, membantu pemulihan otot dan menjaga kesehatan kulit.


Nah, itulah berbagai macam buah yang baik bagi kesehatan. Kita pastinya harus menjaga kesehatan kita karena kesehatan ialah harta paling berharga yang kita punya. Oleh karena itu,jagalah kesehatan dengan berolahraga, istirahat yang cukup dan juga makanlah buah karena buah itu merupakan sumber vitamin dan serat yang baikbag tubuh.

Perbedaan Tumbuhan Monokotil dan Dikotil

Apa itu tumbuhan monokotil ?

Tumbuhan Monokotil adalah tumbuhan yang tergolong ke dalam kelompok spermatophyta yang menghasilkan biji dan biji yang dihasilkan oleh tumbuhan monokotil berkeping satu ( sesuai dengan namanya yaitu mono yang artinya satu ).

Berikut ini adalah contoh-contoh tumbuhan monokotil :



Apa itu tumbuhan dikotil ?

Tumbuhan dikotil adalah tumbuhan yang juga tergolong ke dalam kelompok tumbuhan spermatophyta yang memiliki biji yang berkeping dua  sesuai namanya yaitu di yang berarti dua ).

Berikut ini contoh tumbuhan dikotil :















Apa ciri - ciri tumbuhan monokotil ?

Ciri-ciri :
  • Memiliki akar serabut
  • Memiliki tulang daun sejajar atau melengkung
  • Mahkota bunga atau kelopak bunga kelipatan tiga
  • Biji berkeping satu
  • Tidak mempunyai kambium
  • Pembuluh xilem dan floem tersusun menyebar
Apa ciri - ciri dari tumbuhan dikotil ?
\
Ciri-ciri:
  • Memiliki akar tunggang
  • Tulang daunnya menjari atau menyirip
  •  Mahkota bunga atau kelopak bunga kelipatan empat atau lima
  • Biji berkeping dua
  • Pembuluh xilem dan floem tersusun secara konsentris
  • Mempunyai kambium



Tuesday, April 14, 2015

Manfaat Tumbuhan Lumut dan Tumbuhan Paku

Setelah mengenal banyak ciri-ciri dan perkembangbiakan dari tumbuhan paku dan lumut pada bagian sebelumnya, sekarang kita akan mengenal manfaat dari kedua tumbuhan ini.

Manfaat Tumbuhan lumut:
  • Merupakan vegetasi perintis yaitu tumbuhan pertama yang hidup lalu menyediakan tempat hidup bagi tumbuhan lain karena vegetasi perintis memungkinkan tumbuhan lain bisa hidup di suatu tempat yang kondisi lingkungannya kurang baik. 
  • Tumbuhan lumut dapat mencegah erosi, menyerap air hujan sehingga dapat mencegah kekeringan di musim kemarau dan mencegah terjadinya banjir.
  • Marchantia polymorpha dapat dijadikan obat hepatitis ( radang hati ).
  • Sphagnum membuat tanah gambut sebagai pupuk penyubur tanah dan pengganti kapas.

  • Marchantia Polymorpha
      Spaghnum sp.

Manfaat tumbuhan paku:
  • Sebagai penghasil batu bara ( fosil purba tumbuhan paku  ).
  • Sebagai tanaman hias contohnya paku rane ( Selaginella ), paku suplir ( Adiantum crenatum ), paku sarang burung ( Asplenium nidus ), Paku tiang (Alsophilla glauca), dan paku tanduk rusa ( Platycerium bifurcatum ).
  • Obat contoh Lycopodium clavatum untuk antidiuretik dan pencahar lemak, Dyopteris filixmas untuk obat cacing pita, Equisetum untuk antidiuretik dan Platycerium bifurcatum untuk obat tetes telinga luar.
  • Untuk sayuran contoph Semanggi (Marsilea)
  • Pupuk hijau contoh Azolla pinnata bersimbiosis dengan Anabaena mengikat Nitrogen bebas di udara.
  • Tempat menanam anggrek ( warna hitam ) contohnya adalah paku tiang (Alsophilla glauca ).
Eqiusetum
Marsilea
Lycopodium clavatum
Asplenium nidus
Selaginella
Alsophilla glauca
Adiantum
Dyopteris 
Platycerium bifurcatum

Tumbuhan Paku ( Pteridophyta )

Di dunia ini banyak sekali jenis tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang juga memiliki spesies yang banyak adalah tumbuhan paku. Diperkirakan terdapat puluhan ribu jenis tumbuhan paku yang hidup saat ini.







Ciri-ciri Tumbuhan Paku:

  • Ciri khas tumbuhan paku adalah tunas daunnya yang menggulung ketika muda.
  • Termasuk ke dalam kelompok Kormofita sejati karena bagian tubuhnya sudah dapat dibedakan menjadi bagian akar, batang, dan daun. 
  • Tumbuhan paku tergolong tumbuhan tingkat rendah karena belum menghasilkan biji.
  • Mempunyai akar batang dan daun sejati.
  • Memiliki akar serabut. Ujung akarnya dilindungi oleh kaliptra.
  • Batang bercabang berupa akar tongkat ( rizhoma ) yang tumbuh mendatar di permukaan tanah kecuali paku tiang yang sudah mempunyai batang sebenarnya.
  • Mempunyai berkas pengangkut xilem dan floem.
  • Mempunyai indusium yang berfungsi untuk melidungi sorus muda.


Daun tumbuhan paku dapat dibedakan 2 berdasarkan fungsinya yaitu:
  1. Daun sporofil yaitu daun yang berfungsi sebagai tempat penghasil spora untuk perkembangbiakan tumbuhan paku.
  2. Daun tropofil yaitu daun yang berfungsi sebagai tempat terselenggaranya fotosintesis atau asimilasi karbon.
 Selain berdasarkan fungsinya, tumbuhan paku juga dapat dibedakan menjadi 2 berdasarkan ukurannya yaitu:
  1. Daun mikrofil yaitu daun yang ukuran kecil dan sel-selnya belum terdiferensiasi sehingga belum dapat dibedakan antara epidermis, mesofil dan tulang daun. Bentuk mikrofil seperti sisik dan tidak mempunyai tulang daun.
  2. Daun makrofil yaitu daun yang besar, bagiannya sudah dapat dibedakan menjafi epidermis, mesofil dan tulang daun, memiliki stomata ( sudah terdiferensiasi ).
Perkembangbiakan Tumbuhan Paku:

Seperti halnya dengan tumbuhan lumut, tumbuhan paku  juga mengalami pergantian keturunan antara fase gametofit dan fase sporofit ( metagenesis ). Pergiliran keturunan sporofit lebih dominan daripada fase gametofit.

Berikut ini daur perkembangbiakan dari tumbuhan paku:

Berikut ini bagan perkembangbiakan tumbuhan paku:
 
Ditijau dari spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dibedakan menjadi 3 yaitu:
  1. Paku homospor atau isospor yaitu tumbuhan paku yang sporanya hanya terdiri dari satu jenis. Spora tersebut memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Contoh : paku kawat ( Lycopodium ).
  2. Paku heterospor yaitu tumbuhan paku yang menghasilkan 2 jenis spora yang berbeda. Spora tersebut memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda. Spora besar disebut spora makrospora sedangkan spora kecil disebut spora mikrospora. Contoh : paku rane ( Selaginella ) dan semanggi ( Marsilea ).
  3. Paku peralihan yaitu tumbuhan paku yang menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama tetapi sebagian berkelamin jantan dan sebagian berkelamin betina. Contoh : paku ekor kuda ( Equisetum ).

Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Kita pasti sudah banyak mendengar tentang lumut kan. Jika mendengar kata lumut kita pasti membayangkan lumut sebagai tumbuhan kecil berwarna hijau yang tumbuh pada bebatuan.


Pada bagian ini kita akan mempelajari ciri_ciri , perkembangbiakan dan klasifikasi lumut.

Ciri_ciri tumbuhan lumut:
  • Dikelompokkan dalam kelompok tumbuhan talus karena bagian tumbuhan tersebut belum dapat dibedakan menjadi bagian akar, batang dan daun. Namun pada beberapa jenis bryophyta sudah dikelompokkan ke dalam kormofita karena bagian tumbuhan tersebut sudah dapat dibedakan menjadi bagian akar, batang dan daun.
  • Dapat hidup di berbagai tempat seperti di tanah lembab, bebatuan, tembok, pohon bahkan di daerah kutub.
  • Termasuk tumbuhan kosmopolit yang penyebarannya luas.
  • Memiliki rizoid yang berfungsi untuk melekatkan lumut pada substrat dan menyerap air dan zat hara.
  • Daunnya tidak memiliki mesofil.
  • Plastidanya mengandung klorofil.
  • Pengangkutan belum memiliki xilem dan floem sehingga menggunakan cara difusi.
  • Selnya tidak berdinding selulosa.

Perkembangbiakan tumbuhan lumut:

Lumut mengalami perkembangbiakan secara seksual dan aseksual yang dilakukan secara bergantian dan mengalami pergiliran (metagenesis). Pergiliran keturunan tersebut antara fase generatif ( fase gametofit ) dan fase vegetatif ( fase sporofit ).




Pergiliran keturunan fase gametofit lebih menonjol daripada fase sporofit.

Lumut juga dibedakan 2 berdasarkan letak gametangia yaitu:
  1. Lumut berumah satu ( monoceus ) yaitu lumut yang pada satu individu dapat ditemukan anteridium dan arkegonium.
  2. Lumut berumah dua ( dioceus ) yaitu lumut yang pada satu individu tidak dapat ditemukan anteridium dan arkegonium. Anteridium dan arkegonium terletak pada individu yang berbeda.

Klasifikasi Lumut:
  • Lumut hati ( Hepaticeae ) yaitu lumut yang berbentuk lembaran yang menyerupai hati. Lumut ini hidup di permukaan tanah yang lembab dan di permukaan air. Lumut hati memiliki alat perkembangbiakan vegetatif khusus yang disebut gemma. Contoh lumut hati yaitu Marchantia



  •  Lumut tanduk ( Anthocerotaceae ) menyerupai lumut hati, tetapi sporofit pada lumut tanduk membbentuk kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofitnya. Lumut tanduk biasa hidup di tempat basah seperti tepi sungai, danau atau sepanjang selokan. Contoh lumut tanduk adalah Anthoceros.

  

  • Lumut daun ( Musci ) disebut  juga dengan lumut sejati memiliki batang yang tegak, bercabang-cabang dan berdaun kecil-kecil seperti rumput pendek. Lumut daun biasa hidup di tanah, tembok dan tempat-tempat terbuka. Lumut daun memiliki gigi peristom yang terletak pada sporangiumnya yang berfungsi sebagai alat yang mengatur pengeluaran spora. Ketika keadaan lingkungan lembab, gigi peristom akan menutup sehingga spora tak dapat keluar. Sedangkan pada keadaan lingkungan yang kering, gigi peristom akan membuka sehingga spora dapat mudah terbawa angin. Contoh lumut daun adalah Polytrichum.

Geometri Ruang

Apa pengertian dari bangun ruang?

Kita pasti sudah sering mendengar tentang bangun ruang.. tetapi apakah kita tahu pengertian bangun ruang?....

Bangun ruang adalah bangun yang berbentuk 3 dimensi yang memiliki bagian panjang, lebar dan tinggi. Bangun ruang berbeda dengan bangun berbentuk dua dimensi karena pada bangun 2 dimensi kita hanya dapat melihat bangun tersebut dari 2 arah yaitu depan dan belakang. Sedangkan pada bangun 3 dimensi kita dapat melihat bangun tersebut dari berbagai sisi. Selain itu bangun 3 dimensi terlihat nyata sedangkan bangun 2 dimensi terlihat seperti gambar.

Kalian pasti sudah tahu kan berbagai bentuk dari bangun ruang. Ada kubus, balok, prisma, limas, kerucut, bola dan tabung.  

 

 

 

 

 

 

 

Melukis Bangun Ruang

Pertama-tama kita harus mengenal terlebih dahulu istilah-istilah dalam melukis bangun ruang:
  1. Bidang gambar / bidang proyeksi yaitu bidang datar tempat untuk menggambar bangun ruang, seperti papan tulis, dan buku.
  2. Frontal yaitu letak garis / bidang yang sejajar / berhimpit dengan bidang gambar. Bidang frontal harus digambar menurut bentuk dan ukuran sebenarnya.
  3. Garis ortogonal yaitu garis yang tegak lurus bidang frontal tetapi pada gambar proyeksinya tidak tegak lurus bidang frontal. Demikian pula ukuran panjangnya tidak sama dengan ukuran sebenarnya ( lebih pendek).
  4. Sudut surut yaitu sudut antara proyeksi suatu garis ortogonal dan garis frontal horizontal dalam bidang gambar. Sudut surut diukur dari garis frontal horizontal berlawanan arah jarum jam ke garis ortogonal. Pada gambar sesungguhnya sudut antara garis frontal horizontal dan garis ortogonal adalah siku-siku, tetapi pada gambar terlukis kurang dari 90 derajat.
  5. Perbandingan proyeksi / perbandingan ortogonal yaitu perbandingan panjang garis ortogonal dengan garis ortogonal pada gambar sebenarnya.

Setelah mengenal istilah-istilah tersebut barulah kita masuk ke tahap melukis bangun ruang.

Tahap-tahap Melukis Bangun Ruang:
  1. Lukis garis atau bidang frontal
  2. Tentukan garis ortogonalnya dan lukis sudut surut sesuai soal dengan busur.
  3. Lukis proyeksi garis ortogonal sesuai perbandingan proyeksi dalam soal.
  4. Lengkapi bagian lainnya. 

Pengertian Titik, Garis, dan Bidang dalam Ruang
  1. Titik biasanya ditulis dengan noktah (.) Selain itu titik juga bisa dinotasikan dengan noktah (x). Titik tidak mempunyai ukuran sehingga sering disebut sebagai benda berdimensi nol.
  2. Garis juga terdapat dalam bangun ruang. Pemberian nama garis dilakukan dengan menuliskan wakilnya atau titik_titik ujung garis itu. Garis merupakan benda berdimensi satu.
  3. Bidang mempunyai ukuran panjang dan lebar, lebar dan tinggi dan panjang dan tinggi. Oleh karena itu bidang disebut juga sebagai benda berdimensi dua.